Bismillah
Menyongsong kemenangan Dakwah.... Bersama PKS

Sabtu, 09 Maret 2013

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tengah diterpa masalah setelah salah satu pucuk pimpinannya, Luthfi Hasan Ishaq, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba-tiba melesat dalam pertarungan pemilihan kepala daerah di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Dua pasangan calon yang diajukan partai ini di dua daerah itu, yakni Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar (Jabar) dan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry (Sumut), mendapat perolehan suara terbanyak. Padahal, ketika kasus Luthfi Hasan mencuat, banyak prediksi yang menyebut PKS akan babak belur. Apa rahasia PKS bangkit dari masalah? Presiden PKS Anis Matta mengungkapkan, kunci kebangkitan partainya terletak pada kemampuan mental para kadernya. Mental para kader itu disebut Anis layaknya logo sepatu olahraga “Nike”. “Kami terinsipirasi Nike. Kami bisa terpeleset suatu waktu, tapi kami harus punya cara naik. Grafik Nike kami coba ikuti dengan penanganan manajemen turn around, bagaimana kami memutarbalikkan arus, kemudian balik bangit dari titik nadir,” ucap Anis di Gedung Kompleks Parlemen, Kamis (7/3/2013) malam. Selain itu, untuk membangun mentalitas para kader PKS, Anis mengaku dirinya kerap mendatangi kader di daerah. Saat berkunjung ke daerah itu, dia memberikan pandangan bahwa para kader harus mengakui kesalahan dalam kasus sebelumnya kepada masyarakat. “Kami bicarakan ke masyarakat bahwa kami ini manusia bisa punya salah, tapi tidak berarti tidak punya cara memperbaiki diri. Satu masalah jangan digeneralisir di tempat lain, bicara apa adanya dengan jujur. Masyarakat akan menangkap masalah ini dengan lebih dewasa,” kata Anis. Anis melihat, dengan adanya dua kemenangan di Jawa Barat dan Sumatera Utara itu, PKS semakin percaya diri lantaran memiliki modal kuat di Pemilu 2014 mendatang. “Setelah dua kemenangan itu, partai kami siap untuk take off,” ucap mantan Wakil Ketua DPR ini. Anis menuturkan, kemenangan Gatot-Tengku Erry di Sumatera Utara ini membuat tafsir yang baik bagi PKS. Pasalnya, Sumatera Utara berbeda karakteristik masyarakatnya dibandingkan Jawa Barat. Sumatera Utara, ucap Anis, terkenal heterogen, baik dari sisi agama maupun suku. “Saya katakan bahwa ini kemenangan di tengah masyarakat plural. Sumut adalah Indonesia kecil, bisa menang di sana alhamdulillah. Artinya, PKS diterima dalam masyarakat plural, insya Allah, ke depan, partai kami diterima dalam masyarakat plural yang lebih luas lagi,” ucap Anis Matta. Sumber: dakwatuna

Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, mengatakan kemenangan Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry (Ganteng) di Pilkada Sumatera Utara berkat kader PKS yang masih solid dan adanya kerjasama yang baik dengan partai pendukung.
Menurutnya, kemenangan di Pilkada Sumut ini adalah modal untuk kemenangan pemilu 2014 mendatang. Sebab, kata Anis dengan kemenangan di Sumatera Utara ini berarti PKS bisa diterima oleh seluruh masyarakat di Indonesia yang plural.
"Ada satu tafsir yang bagus, yang saya katakan ini kemenangan PKS di tengah masyarakat plural," ujar Anis, Kamis malam 8 Maret 2013.
Dijelaskannya, Sumut ini beda dengan Jabar yang sedikit homogen dalam persepktif struktur sosial. Sumut lebih rumit baik dari sisi etnis dan agama, Sumut adalah Indonesia kecil.
"Bisa menang di Sumut artinya bisa diterima dalam masyarakat plural, insya Allah ke depan bisa diterima di seluruh Indonesia," katanya.
Menurut Anis, Sumatera Utara adalah salah satu kantong suara PKS. Namun, kemenangannya di Sumatera Utara ini, artinya PKS dapat diterima di masyarakat yang plural. "Insya Allah dalam prediksi kami di 2014 mendatang akan diterima lebih luas," ujar dia.
Atas kemenangan Sumut ini, kata Anis, telah memberikan rasa nyaman bagi kader-kader PKS bahwa partainya dapat diterima di sebuah masyarakat yang plural.
Pasangan incumbent Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Hanura, Partai Patriot dan beberapa partai lain,  unggul sementara dalam hitung cepat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS, Hidayat Nur Wahid menilai kemenangan pasangan Ganteng (Gatot-Tengku Erry) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Sumut telah membantah ramalan para pengamat bahwa PKS akan rontok, terjun bebas dan habis gara-gara kasus dugaan suap impor daging sapi. Kendati begitu, kader PKS diminta tidak geer dan takabur dalam menghadapi Pemilu 2014.
Hidayat juga mengingatkan Gatot Pujo Nugroho dan Ahmad Heryawan untuk segera merangkul seluruh pihak yang kalah dalam pilgub.
"Segera silaturahim dan ajak mereka untuk bersama-sama membangun Jabar dan Sumut. Karena hakikatnya kemenangan ini bukanlah kemenangan cagub yg dipilih tetapi kemenangan rakyat dan kemenangan demokratisasi, yang hendaknya memang perlu melibatkan semuanya untuk membangun Jabar dan Sumut," tandasnya. (adi/vivanews)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Pesan di sini

Popular Posts

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons