Bismillah
Menyongsong kemenangan Dakwah.... Bersama PKS

Sabtu, 09 Maret 2013

Naiknya Elektabilitas PKS…. Sessuatuuuuh Banget


Usai kemenangan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) di Jawa Barat dan Sumatera Utara, peta kekuatan politik di Indonesia semakin bergerak dinamis. Dua Pilgub yang dimenangkan oleh koalisi parpol dengan kader PKS sebagai calonnya juga mendongkrak elektabilitas parpol tersebut. Kemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dan Gatot Pujo Nugroho Tengku Erry, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat keuntungan lain. Kemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub Jabar dan Sumut  yang diusung PKS ikut mendongkrak elektabilitas partai yang baru saja diterjang “badai”

Banyak analisa pengamat berbalik pandangan yang awalnya meramalkan PKS akan terjungkal kini mau tidak mau mengubahnya. Beberapa pengamat sudah menyatakan bahwa kemenangan dua Pilgub tersebut menaikkan elektabilitas PKS.
Kenaikan elektabilitas PKS didukung oleh data yang dirilis oleh PoliticaWave. PoliticaWave menganalisa percakapan di sosial media tentang topik politik di Indonesia. Pada saat pilkada Jabar berlangsung, pasangan Aher-Demiz menduduki peringkat atas dalam Candidate Electability. Menurut data Tanggal 24 Februari 2014 PoliticaWave menempatkan pasangan Aher-Demiz pada posisi Candidate Electability terbesar yaitu dengan Sentiment Index sebesar 8.08 (Baca disini http://news.liputan6.com/read/520702/politicawave-aher-deddy-kuasai-jejaring-sosial. )

Gambar 1. Candidate Electability masing-masing Pasangan pada Pilgub Jabar
Saat Pilgub Sumut berlangsung, PoliticaWave tidak merilis data update elektabilitas pasangan kandidat yang berkompetisi. PoliticaWave memantau berbagai kanal media sosial, termasuk Twitter, Facebook, Forum, Blog, Youtube dan situs-situs berita nasional dan lokal. Ada jutaan percakapan yang masuk dan dianalisa oleh PoliticaWave untuk dijadikan informasi yang mudah dipahami masyarakat. PoliticaWave tetap meng-update data lain berupa analisa sosial media terkait partai politik pada hari pencoblosan Pilgub Sumut.
Hasilnya, pada hari Kamis (7/3/2013) pukul 12:00, angka Sentiment Index  Partai poltik terbesar diraih PKS sebesar 9.25. Angka ini terus naik hingga menjadi 17.75 pada malam hari. Dan esok harinya, tanggal 8/3/2013, PKS tetap kokoh dalam posisi tertinggi dalam Candidate Electability dengan nilai Sentiment Index positif terbesar yaitu 22.72.  Hingga hari ini, posisi  Candidate Electability tertinggi ditempati oleh PKS dengan Sentiment Index berkisar pada angka 22.  Sentiment Index adalah suatu indeks yang mengukur margin perbandingan antara sentimen tiap kandidat dibandingkan dengan keseluruhan kandidat. Sentimen indeks bertujuan mengetahui persepsi langsung konsumen atau konstituen kepada setiap kandidat.

Gambar 2. Trend of Awareness PKS tertinggi pada saat Pilgub Sumut (7/3/13) (kiri) dan Candidate Electability PKS tertinggi hingga hari ini (9/3/13)
Analis media sosial yang juga Direktur PoliticaWave, Yose Rizal, dan pakar komunikasi politik Effendi Gazali, di Jakarta, Senin (25/2/2013), sama-sama sependapat bahwa pertarungan di Pilgub Jabar terpengaruh juga dengan percakapan di media sosial.. Effendi Gazali mengungkapkan bahwa kebiasaan di Indonesia adalah membawa apa yang terjadi di media sosial ke media offline. Karena itu, jika di media sosial ada sentimen negatif, maka sentimen negatif itu bisa ditularkan di dunia nyata. (baca disini http://regional.kompas.com/read/2013/02/25/21283990/Pelajaran.dari.Perang).
Pada kasus Pilgub Sumut juga tidak berbeda dengan kondisi yang digambarkan oleh kedua pakar tersebut. Tiga hari menjelang Pilgub Sumut pendukung pasangan Ganteng aktif melontarkan amunisi lewat media sosial. Dari pengamatan saya, pendukung Ganteng sukses menempatkan hashtag bernada kampanye buat pasangan Ganteng di Trending Topic Twitter (TT) di skala dunia maupun Indonesia. Dua hashtag yang sempat nangkring adalah #SiGantengdiMetoTV sukses bercokol di TT menjelang Debat Kandidat terakhir di Metro TV (3/3/2013). Sehari sebelum pencoblosan kembali pasukan media sosial pendukung Ganteng melekatkan hashtag #GantengSatuPutaran di TT bahkan hampir 24 jam. Luar Biasa militansi pasukan media sosial yang sebagian besar dilakukan oleh Kader PKS ini.
Tak hanya berupa TL di Twitter, pendukung PKS terus “mengebom” media sosial lewat tulisan di berbagai blog sosial, forum diskusi, situs partai dan situs dakwah. Hasilnya, Masya Allah. Menurut teman saya yang bukan kader PKS….PKS Sessuaatuuuh…Alhamdulillah.
Posisi elektabilitas yang tinggi bagi PKS selain sebagai berkah, juga menjadi tantangan tersendiri untuk mempertahankan tren positif dalam penerimaan di mata masyarakat. Musibah yang sempat menghantam PKS, bisa dijadikan momentum bagi PKS hingga berbuah berkah. Pada saat yang sama PKS diberi mandate yang berat oleh masyarakat untuk menjalankan dan mewujudkan janji-janjinya. Allah sudah member “hadiah” kemenangan pada PKS. Masyarakat juga menitipkan amanah pada PKS. Selanjutnya, marilah kita dukung PKS untuk bisa menjadi partai yang memberikan pendidikan politik terbaik dan pencetak pemimpin bangsa yang berkualitas. []

Salam

Abu Haniyya – Penggiat Sosial Media

PKS: Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit

Jakarta - Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq mengatakan, pemerintah harus segera meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI. Pasalnya, Penyerangan puluhan personil Yon Armed 15/105 terhadap markas Polres di Ogan Komering Ulu (OKU), Baturaja, Sumatera Selatan dilatari kecemburuan sosial karena ketimpangan ekonomi.
"Berbagai bentrok yang melibatkan oknum prajurit TNI dengan oknum aparat polisi juga dilatari oleh akumulasi kesenjangan dan kecemburuan sosial antar mereka. Maka pemerintah harus bergerak cepat dalam mengatasi persoalan ini ," ujar politisi PKS ini melalui rilisnya, Jumat (8/3/2013).
Menurut Mahfudz, Kecemburuan tersebut muncul terutama pasca reformasi, yang ditandai pemisahan institusi Polri dari ABRI (sekarang TNI). Dari segi anggaran, alokasi yang dikucurkan pemerintah sangat kecil. Sehingga, banyak peralatan dan alutsista TNI yang sudah tidak memadai.
Bahkan, rencana pemenuhan kebutuhan minimum (minimum essential forces/MEF) ditekankan pada peremajaan alutsista TNI. Sedangkan aspek kesejahteraan prajurit terbilang sangat terbatas.
"Dari segi  sarana-prasarana semisal kendaraan dan perumahan dinas perhatian pemerintah sangat minim, terutama dalam hal perbaikan dan peremajaan. Aspek kesejahteraan lain yang memprihatinkan adalah penghasilan prajurit dari gaji dan tunjangan yang pas-pasan," imbuhnya.
Sementara itu, Polri dari segi sarana-prasarana dan penghasilan dipersepsikan lebih baik dari TNI. Disparitas  yang demikian mencolok ini dapat dengan mudah ditemui di lapangan. Maka tak heran jika akumulasi kekesalan disalurkan dalam bentuk penyerangan atas pos-pos polisi.
"Kami bisa dengan mudah membandingkannya di lapangan. Kondisi ini yang salah satunya secara akumulatif membentuk persepsi kesenjangan dan kecemburuan antara TNI dan Polri," tukasnya.
Bagi TNI, era reformasi dijawab dengan melepaskan semua atribut prajurit dalam dunia politik dan militer. Tentara harus kembali ke barak, dengan lingkup kerja menjaga kedaulatan dan pertahanan negara, yang berasal dari luar negeri. Sedangkan tugas pengamanan dalam negeri menjadi domain dan tanggung jawab Polri.
Mahfudz menjelaskan, Komisi I DPR RI pernah mengusulakn kepada pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pertahanan (Kemhan) dan Mabes TNI, untuk merinci total rencana strategis (renstra) pemenuhan kebutuhan, sarana-prasarana,  fasilitas, dan standar penghasilan yang layak bagi prajurit.
Menurutnya, langkah ini minimal  sedikit mengurai permasalah yang terjadi antar kedua institusi tersebut. Kedua pihak, lanjutnya harus melakukan muhasabah (introspeksi) terkait tugas, kewajiban, dan kewenangan masing-masing.
"Persoalan kesejahteraan yang dihadapi oleh TNI, sudah sering disinggung dan diusulkan oleh Komisi I kepada Pemerintah. Isu kesejahteraan adalah salah satu variabel penting dan utama yang harus segera dijawab oleh pemerintah. Selain itu, pembinaan secara berkala serta evaluasi kinerja TNI dan Polri merupakan keniscayaan yang harus terus dilakukan, " pungkasnya. [triknews.com]

Sabar Menghadapi Fitnah | Jawaban Irwan Prayitno

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar
***

Berkali-kali saya didesak untuk melakukan  “serangan balasan” atas berbagai black campaign maupun fitnah yang ditujukan kepada saya. Desakan itu datang dari berbagai kalangan, baik perguruan tinggi, swasta, politisi, wartawan, birokrat maupun dari masyarakat umum. “Ayo Pak, jangan diam saja dan sabar terus, sabar itu ada batasnya,” ujar mereka geram.
Berkali-kali mereka mendesak, namun berkali-kali pula saya menjelaskan dengan jawaban yang sama. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan. Kesabaran adalah kemenangan, kesabaran adalah strategi, kesabaran adalah solusi dari berbagai masalah.
Hampir semua yang semula memberikan pendapat tersebut mengernyitkan kening, tidak paham dan tidak setuju dengan pendapat saya. Pendapat dan argumen saya dianggap aneh dan tidak masuk akal. Menurut mereka, di zaman kenabian dulu, hal itu bisa dilakukan oleh para nabi. Bahkan banyak dicontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW membalas kejahatan dengan kebaikan. Apakah di zaman seperti saat ini, metode itu masih berlaku dan masih mangkus?
Saya mencontohkan dua orang sedang menunggu bis untuk melakukan sebuah perjalanan yang sangat penting dan waktunya sangat mendesak. Ternyata bis yang ditunggu-tunggu terlambat datang. Orang pertama tetap menunggu dengan sabar dan tenang. Karena  cukup lama menunggu, ia lalu membaca buku dan membolak balik catatan bahan rapat yang akan mereka hadiri.
Sebaliknya orang kedua langsung emosi, tidak terima dengan keadaan tersebut. Ia mengumpat dan menggerutu tak henti-henti karena kesal. Ketika mobil datang, sopirnya langsung ia damprat sambil terus mengomel. Akibatnya, ketika mengikuti rapat ia tidak konsentrasi karena amarah dan rasa kesal masih bersarang di dadanya, sementara sopir yang kena semprot tentulah merasa dendam dan sakit hati.
Beruntunglah orang pertama, meski terlambat hadir untuk rapat, tapi ia bisa hadir rapat dengan kepala dingin, materi rapat ia kuasai dengan baik dan tak ada orang yang tersakiti. Sedangkan orang kedua, terlambat hadir rapat, tak bisa konsentrasi karena hatinya tidak tenang, masih ada lagi tambahan orang dendam dan sakit hati kepadanya. Bukankah ini berarti kesabaran adalah sebuah strategi dan kesabaran adalah kemenangan?
Awalnya sikap dan logika seperti di atas susah dimengerti  dan susah diyakini sebagai sebuah strategi yang ampuh untuk mencapai sebuah kemenangan. Namun seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya mereka yang semula membantah argumen saya mulai paham dan percaya. Satu persatu Allah mulai memperlihatkan kekuasaanNya, satu persatu mulai terlihat nyata, perbuatan zalim itu tidak mempan seperti yang mereka rencanakan, bahkan malah berbalik arah menyerang pencetusnya.
Kian hari pelaku black campaign justru makin buruk reputasinya, masyarakat makin tahu keburukan mereka, masyarakat dan semua orang makin tahu siapa saja aktor dan sutradara di belakang semua itu. Semua makin terang dan makin nyata tampak di depan mata. Apakah saya harus membalas dan balik menyerang dan memfitnah serta berbuat kejahatan serupa? Tentu saja tidak, itu bukan sebuah strategi yang baik dan itu bukanlah sebuah jalan yang jitu untuk memperoleh kemenangan.
Saya tetap yakin bahwa kesabaran itu tidak ada batasnya, karena kesabaran itu adalah kemenangan, kesabaran itu adalah strategi, kesabaran itu adalah solusi. Allah dalam surat Al Baqarah ayat 153 berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”  Untuk menegaskan pentingnya sabar dan jaminan Allah terhadap orang yang sabar, kata “Allah beserta (bersama) orang yang sabar” diulang-ulang dalam sejumlah ayat.

Dalam Surat Ali Amran ayat 146 Allah berfirman, “Dan berapa banyaknya nabi yang berperang (berjuang) ber­sama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah, karena ben­cana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah me­nyukai orang-orang yang sabar.” Artinya orang yang sabar bukanlah orang yang lemah dan bukan pula orang yang lemah dan gampang me­nyerah.
Jika dilindungi seorang bodyguard dan selalu bersama kita kemana-mana saja kita sudah merasa aman, apalagi dilindungi Allah yang selalu bersama kita? Apakah masih ada kekuatan dan perlindungan melebihi kekuatan dan perlindungan Allah? ***

Padang Ekspres 7 Maret 2013

http://irwan-prayitno.com/2013/03/sabar/

Anis Matta Hadiri Konsolidasi Kader di Banten

SERANG -- Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Banten akan menggelar konsolidasi kader inti dengan menghadirkan Presiden Partai PKS Anis Matta di Kota Cilegon, Ahad (10/3).
Ketua DPW PKS Banten, Irfan Maulidi di Serang, Jumat, mengatakan, acara konsolidasi tersebut rencananya akan dihadiri sekitar 3.000 kader inti PKS dari delapan DPD PKS di delapan kabupaten/kota di Banten. Kegiatan tersebut dalam upaya memberi semangat dan melakukan konsolidasi para kader partai dalam rangka menyongsong Persiapan Pemilu 2014
"Kunci kemenangan PKS di 2014 adalah kesolidan dan komitmen dan terus bekerja untuk rakyat. Insya Allah, Anis Matta akan hadir memberi semangat untuk kader PKS Banten," kata Irfan.
Ia mengatakan, melalui konsolidasi kader tersebut, PKS Banten akan mendapat "suntikan" semangat dari Presiden PKS Anis Matta untuk mencapai target pada Pemilu 2014.
Humas DPW PKS Banten Dede Sukardi mengatakan, Anis Matta diagendakan memberikan 'taujih' pada acara konsolidasi kader PKS se-Banten tersebut.
Sebelumnya Presiden PKS Anis Matta juga mengikuti 'Fun Bike' yang diselenggarakan DPD PKS Kota Tangerang, dalam rangka meramaikan rangkaian pemilihan Walikota Tangerang sekitar Agustus 2013.
"Insya Allah PKS akan mengusung Hilmi Fuad, kader PKS yang kini menjadi anggota DPRD Banten," kata Dede Sukardi. [RMOL]

Anis Matta: PKS adalah 'School of Leadership

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan merampungkan daftar calon anggota legislatif sementara (DCS) pada pertengahan bulan Maret ini. Dari caleg yang diusung hingga kini, tidak ada tokoh-tokoh rekrutan baru dari partai lain.
Demikian disampaikan Presiden PKS Anis Matta di Gedung Kompleks Parlemen, Kamis (7/3/2013) malam. "Insya Allah kami sudah hampir final. Soal DCS ini semoga dalam pertengahan bulan ini sudah ada," ujar Anis.
Persoalan struktur kepengurusan baru yang belum diterbitkan Kementerian Hukum dan HAM, kata Anis, tidak menjadi masalah. Pasalnya, struktur kepengurusan baru itu kemungkinan akan diterbitkan Kemhuk dan HAM dalam pekan ini.
Anis mengatakan, di dalam penyusunan DCS, partainya tidak berupaya merekrut politisi-politisi dari partai lain.  "Kami bukan event organizer (EO). Ini bukan EO, ini school of leadership. Kami konsisten pada ide dasar school of leadership sebagai alat ukur kaderisasi di pilkada dan pileg," ucap Anis.
Di dalam konsep school of leadership, lanjutnya, ada fungsi kaderisasi yang sangat penting untuk dijalankan. "Parpol membina kader bangsa untuk mengelola kader yang mampu memimpin negara. Paling utama adalah kader, apakah kader itu diterima publik atau tidak, ini yang jadi penilaian. Orientasi kami bukan dapat suara, tapi mekanisme pendidikan politik dalam berbangsa," ucap mantan Wakil Ketua DPR ini.
Untuk diketahui saja, pada tanggal 9 April 2013 ini, setiap partai politik harus mendaftarkan para caleg yang diusungnya dalam daftar DCS. Selanjutnya, Komisi Pemilihan Umum akan melakukan verifikasi terhadap para caleg itu.
Pada bulan Juli 2013, KPU akan mengumumkan daftar caleg tetap (DCT) yang akan bertarung pada Pemilu 2014 mendatang.

*nasional.kompas.com/read/2013/03/08/09393157/Anis.Matta.PKS.Bukan.Event.Organizer

Wahai PKS, Badai Belum Berakhir


Amrullah Aviv

Sebagai sebuah partai yang memiliki daya tahan “Survive” yang  kuat dalam mengarungi  badai politik, PKS sangat diuntungkan dengan soliditas dan kinerja kader yang luar biasa. Sehingga sangat sulit dibayangkan dengan apa yang terjadi dalam Badai Politik PKS (baca “konspirasi” meminjam diksi kata yang dipakai oleh Presiden PKS Anis Matta) namun dalam selang waktu yang singkat PKS juga dapat memenangkan dua Pilkada secara berturur-turut (Jawa Barat dan Sumatera Utara), hal ini akan sangat mustihal terjadi kalau “Badai Politik” ini terjadi pada partai selain PKS –ini amatan saya. Intinya Soliditas dan Kinerja Kader menjadi point penting untuk PKS.
Di tengah gemuruh kemenangan ini, maka paling tidak ada 3 (Tiga) hal yag harus diwaspadai oleh kader PKS (“Tiga Hal juga selaras dengan target PKS menuju Tiga Besar dan juga mendapatkan nomor urut 3 Peserta Pemilu 2014”) . Tiga hal inilah yang saya maksudkan dengan Ancaman buat PKS.
Pertama: Rasa Puas. Dua kemenangan setelah kena pukulan telak, tentunya sesuatu yang sangat menggembirakan. (Ibarat petinju yang kena over cut secara telak namun dapat melakukan counter attack secara cepat, tentu luar biasa) Namun satu hal yang perlu disadari bahwa ini masih jauh dari sebuah kemenangan yang sesunguhnya, masih banyak  PR yang tersisa, masih banyak masalah yang harus diselesaikan, masih banyak pilkada yang belum dilaksanakan, masih ada Pemilu 2014 di depan mata. Sehingga seharusnya tidak ada Rasa Puas dalam kerja perjuangan. Kerja Keras  harus diikuti lagi dengan Kerja Keras yang lain, dan begitupula seterusnya, sehingga biarlah kerja itu yang menjadi bukti, bukan kata-kata apalagi melahirkan sebuah rasa puas. Saya rasa ini menjadi ancaman ketika rasa puas itu menghentikan atau memperlambat kerja mesin yang sudah melaju.
Kedua: Sombong. Pekikan Takbir yang selalu diteriakkan kader PKS dimaksudkan untuk menghilangkan rasa ini (sombong), secara hakikat tidak ada yang dapat kita banggakan, entah itu kemenangan apalagi kekalahan. Kemenangan yang ada adalah amanah Tuhan, tak boleh berbusung dada, apalagi menghinakan yang kalah, sudahlah biarlah semuanya berakhir dalam sebuah rasa syukur dan ketundukan. Sebagaimana Rasul ketika menaklukkan Mekkah, kota dimana penduduknya menghina dan mengusir beliau, namun beliau masuk ke kota itu dengan bersahaja. Jangan Sombong.
Ketiga: Badai Sudah Berakhir.   Badai ini belum berakhir, masih banyak riak-riaknya masih jauh. Badai ini masih panjang, entah besok, entah lusa, entah tahun depan, atau malah lima tahun lagi. Badai-badai yang lain akan tetap ada, karena itu sebuah kepastian. Kondisi hari-hari, minggu-minggu dan bulan-bulan dalam badai ini tentu seharusnya menjadi kenangan luar biasa bagi kader yang ikut meresapinya. Sangat beuntung kader yang kokoh dalam badai ini, sehingga ia semakin  kokoh dalam badai selanjutnya. Jangan pernah berpikir Badai Sudah Berakhir. []

*http://politik.kompasiana.com/2013/03/08/ini-ancaman-buat-pks-540168.html

Menang di Jabar dan Sumut, elektabilitas PKS naik

JAKARTA - Kemenangan beruntun pasangan yang diusung PKS di Pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara diperkirakan akan menaikkan elektabilitas PKS pada pemilu 2014 nanti.
"Jabar dan Sumut memiliki jumlah pemilih yang relatif besar di Indonesia. Jumlah pemilih di Jawa Barat itu terbesar di Pulau Jawa, dan Sumatera Utara memiliki jumlah terbesar di Pulau Sumatera," kata pengamat politik dari Media Survey Nasional (Median), Rico Marbun, hari ini.
Menurutnya, kemenangan di dua pilkada itu telah menunjukkan kepemimpinan Anis Matta sebagai Presiden PKS, telah berhasil membalikkan arus serangan terhadap PKS, menjadi peluang. Serangan kepada PKS setidaknya bisa dijadikan peningkat soliditas bagi kader PKS, ketimbang meruntuhkan soliditas mereka.
Selain itu, Rico mengatakan bahwa kemenangan di Sumut sebenarnya sangat berharga bagi PKS. Sebab Sumut notabene dengan pemilih yang relatif pluralis, membuktikan bahwa kandidat yang ditawarkan PKS bisa diterima oleh banyak pihak dengan latar belakang berbeda.
Kemenangan pasangan Gatot Pujo dan Tengku Ery yang diusung PKS pada pilkada Sumut menurut pengajar politik Universitas Paramadina ini, telah diprediksi sejak awal. Berdasarkan temuan survei Median pada 17-22 Februari 2013, tingkat elektabilitas, pasangan ini menduduki peringkat pertama dengan 29,9 persen, disusul Gus Irawan-Sukiman sebesar 22,5 persen, Effendi Simbolon-Jumira Abdi 13,7 persen, Amri Tambunan-RE Nainggolan sebesar 11,3 persen, dan Chairuman Harahap-Fadli Nurzal sebesar 8,8 persen, sedangkan yang tidak menentukan sebesar 14,1 persen.
"Berdasarkan hasil quick count diketahui bahwa raihan pasangan Gatot Pujo-Tengku Ery menacapai sekitar 32 persen, menunjukkan di dua pekan terakhir, petinggi PKS berhasil memanfaatkan momentum menaikkan elektabilitas pasangan tersebut," terangnya.
Selain itu, menurut pengajar universitas paramadina ini, satu yang menarik dari pilkada Jabar dan Sumut ini adalah ketidakmampuan Jokowi effect memenangkan pasangan yang didukungnya. "Kekalahan pasangan kepala daerah yang menghadirkan Jokowi sebagai juru kampanye di Jabar dan Sumut, bisa menunjukkan bahwa tuah jokowi mulai memudar," pungkasnya.

Tafsir Kemengan PKS


Oleh: Yons Ahmad

Setelah “dihabisi” oleh berbagai media, terutama Tempo, PKS ternyata masih mampu bertahan. Dalam pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara jago PKS yang ikut bertanding memenangi pertempuran. Presiden PKS, Anis Matta memaknai fenomena ini sebagai kemenangan di tengah badai. Fakta ini sekaligus mengubur dan mematahkan para analis politik yang mengatakan PKS akan ditinggalkan para pendukungnya.  PKS akan habis. Kali ini mereka keliru. Walaupun memang, tetap banyak nada miring yang kemudian muncul, kali ini  malah dilontarkan justru oleh beberapa elemen (organ lain)  di tubuh umat Islam sendiri. Dikatakan bahwa kemenangan PKS di beberapa pilgub tersebut bukan sebuah kemenangan dakwah, benarkah?
Bagi saya sebenci apapun kita pada partai, termasuk partai Islam, tetap saja bangunan institusi itu masih diperlukan dalam kancah politik dan kenegaraan. Partai tersebut, apapun keadaanya, dalam panggung sejarah tetap merupakan hasil karya para tokoh-tokoh muslim, kita mesti menghargainya.  Itu sebabnya, setelah saya pikir lebih dalam, setelah saya pikir lebih jernih, tanpa menafikan adanya kebobrokan yang ada dalam tubuh partai Islam, saya berada dalam posisi yang menguatkan. Memilih jalan untuk menyumbangkan pemikiran konstruktif agar bangunan partai Islam ini terus berkembang lebih baik lagi. Tentu, dalam soal ini tak hanya sebatas PKS saja. Juga termasuk PAN, PKB, PPP sebagai partai Islam dan partai berbasis umat Islam itu.
Saya sadar betul barangkali sikap saya ini terlihat naïf. Tapi, dengan resiko dan tudingan kenaifan apapun, saya masih memilih untuk tetap menguatkan. Nah, terkait dengan fenomena kemenangan PKS  di beberapa pilkada ini, saya kira ada beberapa tafsir dan penjelasannya. Kira-kira, saya mengartikannya sebagai berikut:
Pertama, soliditas kader  yang memukau
Bagi kader PKS, ditetapkannya Luthfi Hasan Ishaq (LHI) mantan Presiden PKS itu sebagai tersangka KPK barangkali membuat syok.  Ada yang tak percaya, ada yang ragu-ragu, banyak yang galau mendapati informasi demikian. Ditengah badai demikian, Anis Mata tampil mengambil alih tampuk kepemimpinan dan langsung berpidato berapi-api, disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi. Dengan kualitas pidato dan gaya bicara yang berhasil membuat mata para kadernya berkaca-kaca. Tak hanya sekedar pidato, para petinggi PKS juga langsung giat turun ke berbagai daerah untuk mensolidkan barisan kader. Saya kira pada titik inilah modal dasar PKS. Kesolidan kader yang tetap terus bekerja untuk keberhasilan capaian partai, termasuk dalam soal pemenangan pilkada. Barisan kader yang bekerja sebagai tim sukses, pemantau sampai misalnya advokasi sengketa pilkada pengadilan berhasil dijalankan. Ini dalam kasus pilkada Jawa barat. Semua itu bisa dilalui berkat adanya soliditas kader yang memukau.
Kedua, Militansi menghadapi krisis komunikasi
Ketika LHI ditetapkan sebagai tersangka, berbagai media (sekuler) dan beberapa  aktivis sosial media riuh menyerang habis-habisan. Tak hanya LHI yang diserang, tapi tubuh PKS secara keseluruhan. Serangan yang membabi buta, argumen-argumen  begitu kasar dan keterlaluan. Tak peduli informasi benar atau tidak semangatnya pokoknya adalah serang. Plus olok-olokan tentang “sapi” “Jenggot” dll. PKS benar-benar berada dalam krisis komunikasi yang hebat. Tapi, nalar sehat publik tetap berjalan. Saya sendiri pada awalnya biasa-biasa saja tentang PKS. Tidak terlalu punya harapan yang tinggu namun tidak juga terlalu benci. Ya, memang saya akui sedikit mencubit-cubit dan meledek ada. Nah, karena serangan yang membabi buta terhadap PKS ini, saya jadi mengerti bagaimana kualitas para pengkritik PKS, bagaimana mutu argumen dan cara pandang orang-orang itu. Hingga saya berkesimpulan bahwa dalam arus informasi dimana krisis komunikasi PKS sedang terjadi, ada ketidakadilan yang mengemuka di depan mata. Atas fakta demikian, atas ketidakadilan informasi ini, saya malah berbalik untuk mendukung dan menguatkan PKS.
Bukan berarti saya mendukung korupsi yang masih diduga itu, tapi saya memandang bahwa dalam perang informasi, PKS sedang didholimi, maka, saya memilih untuk menguatkan.  Terkait dengan kasus ini, saya juga melihat bagaimana kader-kader PKS bertahan dan punya militansi luar biasa untuk melakukan counter  serangan terhadap partainya. Melalui Twitter, Facebook dan media-media online partisan yang dimilikinya, kader PKS bahu membahu mengembalikan citra partainya. Kemampuan dan ketenangan serta militansi dalam menghadapi krisis komunikasi ini saya kira juga menjadi elemen penting, modal penting PKS bagi sebuah kemenangan kemudian.
Ketiga, kemampuan mematahkan mitos
PKS akan habis, PKS akan hancur. Barangkali banyak pengamat mengatakan demikian setelah kasus LHI. Hanya saja, bagi PKS rasa-rasanya saya melihatnya dianggap sebagai mitos saja. PKS tidak percaya demikian. Dan sikap ini saya kira sudah benar. Sikap optimis saja barangkali masih perlu bukti PKS akan tetap bertahan, bagaimana kalau para petinggi dan kader-kader PKS pesimis, maka benar-benar habislah sudah.  Kalau sikap ini yang ada, tentu hanya membuktikan bahwa mitos tersebut pada akhirnya benar adanya.  Tapi PKS mencoba tidak percaya mitos itu. Semua ini tentu tak lepas dari para petinggi yang menguatkan. Misalnya di berbagai media, Hidayat Nurwahid (HNW) begitu kerap meyakinkan kader-kadernya untuk tetap bisa dan bisa melalui jalan terjal yang disebutnya ujian dakwah ini.

Begitulah,   kira-kira dengan ketiga alasan diatas, akhirnya PKS berhasil memenangkan pilkada Jabar dan Sumut, apakah yang demikian bukan kemenangan dakwah? Saya kira tetap sebagai kemenangan. Dalam konteks ketatanegaraan, jalur kekuasaan adalah instrument paling strategis untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang memihak umat Islam. Bagaimana kalau umat Islam tak punya kuasa? kita sudah tahu jawabnya, bahwa penindasan, ketidakadilan dan kesemena-menaan akan nampak di depan mata.
Itulah yang menurut saya rahasia kemenangan PKS. Hanya saja, kemenangan ini bagi saya hanyalah kemenangan awal.  Semacam keberhasilan menjebol benteng. Langkah selanjutnya adalah bagaimana mengelola kekuasaan tersebut. Apakah PKS dengan kepemimpinan di daerah tersebut mampu memberikan kemanfaatan sebesar-besar untuk kemampuan umat dan rakyatnya? Inilah yang menjadi PR kemudian. Kekuasaan hanyalah alat semata. Substansi paling penting adalah kontribusi kepemimpinan bagi kemanfaatan dan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Begitulah kekuasaan menemukan bentuknya (Yons Achmad/Wasathon.com)

http://wasathon.com/opini_anda/read/tafsir_kemenangan_pks

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tengah diterpa masalah setelah salah satu pucuk pimpinannya, Luthfi Hasan Ishaq, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba-tiba melesat dalam pertarungan pemilihan kepala daerah di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Dua pasangan calon yang diajukan partai ini di dua daerah itu, yakni Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar (Jabar) dan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry (Sumut), mendapat perolehan suara terbanyak. Padahal, ketika kasus Luthfi Hasan mencuat, banyak prediksi yang menyebut PKS akan babak belur. Apa rahasia PKS bangkit dari masalah? Presiden PKS Anis Matta mengungkapkan, kunci kebangkitan partainya terletak pada kemampuan mental para kadernya. Mental para kader itu disebut Anis layaknya logo sepatu olahraga “Nike”. “Kami terinsipirasi Nike. Kami bisa terpeleset suatu waktu, tapi kami harus punya cara naik. Grafik Nike kami coba ikuti dengan penanganan manajemen turn around, bagaimana kami memutarbalikkan arus, kemudian balik bangit dari titik nadir,” ucap Anis di Gedung Kompleks Parlemen, Kamis (7/3/2013) malam. Selain itu, untuk membangun mentalitas para kader PKS, Anis mengaku dirinya kerap mendatangi kader di daerah. Saat berkunjung ke daerah itu, dia memberikan pandangan bahwa para kader harus mengakui kesalahan dalam kasus sebelumnya kepada masyarakat. “Kami bicarakan ke masyarakat bahwa kami ini manusia bisa punya salah, tapi tidak berarti tidak punya cara memperbaiki diri. Satu masalah jangan digeneralisir di tempat lain, bicara apa adanya dengan jujur. Masyarakat akan menangkap masalah ini dengan lebih dewasa,” kata Anis. Anis melihat, dengan adanya dua kemenangan di Jawa Barat dan Sumatera Utara itu, PKS semakin percaya diri lantaran memiliki modal kuat di Pemilu 2014 mendatang. “Setelah dua kemenangan itu, partai kami siap untuk take off,” ucap mantan Wakil Ketua DPR ini. Anis menuturkan, kemenangan Gatot-Tengku Erry di Sumatera Utara ini membuat tafsir yang baik bagi PKS. Pasalnya, Sumatera Utara berbeda karakteristik masyarakatnya dibandingkan Jawa Barat. Sumatera Utara, ucap Anis, terkenal heterogen, baik dari sisi agama maupun suku. “Saya katakan bahwa ini kemenangan di tengah masyarakat plural. Sumut adalah Indonesia kecil, bisa menang di sana alhamdulillah. Artinya, PKS diterima dalam masyarakat plural, insya Allah, ke depan, partai kami diterima dalam masyarakat plural yang lebih luas lagi,” ucap Anis Matta. Sumber: dakwatuna

Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, mengatakan kemenangan Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry (Ganteng) di Pilkada Sumatera Utara berkat kader PKS yang masih solid dan adanya kerjasama yang baik dengan partai pendukung.
Menurutnya, kemenangan di Pilkada Sumut ini adalah modal untuk kemenangan pemilu 2014 mendatang. Sebab, kata Anis dengan kemenangan di Sumatera Utara ini berarti PKS bisa diterima oleh seluruh masyarakat di Indonesia yang plural.
"Ada satu tafsir yang bagus, yang saya katakan ini kemenangan PKS di tengah masyarakat plural," ujar Anis, Kamis malam 8 Maret 2013.
Dijelaskannya, Sumut ini beda dengan Jabar yang sedikit homogen dalam persepktif struktur sosial. Sumut lebih rumit baik dari sisi etnis dan agama, Sumut adalah Indonesia kecil.
"Bisa menang di Sumut artinya bisa diterima dalam masyarakat plural, insya Allah ke depan bisa diterima di seluruh Indonesia," katanya.
Menurut Anis, Sumatera Utara adalah salah satu kantong suara PKS. Namun, kemenangannya di Sumatera Utara ini, artinya PKS dapat diterima di masyarakat yang plural. "Insya Allah dalam prediksi kami di 2014 mendatang akan diterima lebih luas," ujar dia.
Atas kemenangan Sumut ini, kata Anis, telah memberikan rasa nyaman bagi kader-kader PKS bahwa partainya dapat diterima di sebuah masyarakat yang plural.
Pasangan incumbent Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Hanura, Partai Patriot dan beberapa partai lain,  unggul sementara dalam hitung cepat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS, Hidayat Nur Wahid menilai kemenangan pasangan Ganteng (Gatot-Tengku Erry) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Sumut telah membantah ramalan para pengamat bahwa PKS akan rontok, terjun bebas dan habis gara-gara kasus dugaan suap impor daging sapi. Kendati begitu, kader PKS diminta tidak geer dan takabur dalam menghadapi Pemilu 2014.
Hidayat juga mengingatkan Gatot Pujo Nugroho dan Ahmad Heryawan untuk segera merangkul seluruh pihak yang kalah dalam pilgub.
"Segera silaturahim dan ajak mereka untuk bersama-sama membangun Jabar dan Sumut. Karena hakikatnya kemenangan ini bukanlah kemenangan cagub yg dipilih tetapi kemenangan rakyat dan kemenangan demokratisasi, yang hendaknya memang perlu melibatkan semuanya untuk membangun Jabar dan Sumut," tandasnya. (adi/vivanews)

Anis Matta: Sumut adalah Indonesia kecil, bisa menang di sana alhamdulillah

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tengah diterpa masalah setelah salah satu pucuk pimpinannya, Luthfi Hasan Ishaq, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba-tiba melesat dalam pertarungan pemilihan kepala daerah di Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Dua pasangan calon yang diajukan partai ini di dua daerah itu, yakni Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar (Jabar) dan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry (Sumut), mendapat perolehan suara terbanyak. Padahal, ketika kasus Luthfi Hasan mencuat, banyak prediksi yang menyebut PKS akan babak belur. Apa rahasia PKS bangkit dari masalah?
Presiden PKS Anis Matta mengungkapkan, kunci kebangkitan partainya terletak pada kemampuan mental para kadernya. Mental para kader itu disebut Anis layaknya logo sepatu olahraga “Nike”.
“Kami terinsipirasi Nike. Kami bisa terpeleset suatu waktu, tapi kami harus punya cara naik. Grafik Nike kami coba ikuti dengan penanganan manajemen turn around, bagaimana kami memutarbalikkan arus, kemudian balik bangit dari titik nadir,” ucap Anis di Gedung Kompleks Parlemen, Kamis (7/3/2013) malam.
Selain itu, untuk membangun mentalitas para kader PKS, Anis mengaku dirinya kerap mendatangi kader di daerah. Saat berkunjung ke daerah itu, dia memberikan pandangan bahwa para kader harus mengakui kesalahan dalam kasus sebelumnya kepada masyarakat.
“Kami bicarakan ke masyarakat bahwa kami ini manusia bisa punya salah, tapi tidak berarti tidak punya cara memperbaiki diri. Satu masalah jangan digeneralisir di tempat lain, bicara apa adanya dengan jujur. Masyarakat akan menangkap masalah ini dengan lebih dewasa,” kata Anis.
Anis melihat, dengan adanya dua kemenangan di Jawa Barat dan Sumatera Utara itu, PKS semakin percaya diri lantaran memiliki modal kuat di Pemilu 2014 mendatang. “Setelah dua kemenangan itu, partai kami siap untuk take off,” ucap mantan Wakil Ketua DPR ini.
Anis menuturkan, kemenangan Gatot-Tengku Erry di Sumatera Utara ini membuat tafsir yang baik bagi PKS. Pasalnya, Sumatera Utara berbeda karakteristik masyarakatnya dibandingkan Jawa Barat. Sumatera Utara, ucap Anis, terkenal heterogen, baik dari sisi agama maupun suku.
“Saya katakan bahwa ini kemenangan di tengah masyarakat plural. Sumut adalah Indonesia kecil, bisa menang di sana alhamdulillah. Artinya, PKS diterima dalam masyarakat plural, insya Allah, ke depan, partai kami diterima dalam masyarakat plural yang lebih luas lagi,” ucap Anis Matta.

Sumber: dakwatuna

Kamis, 07 Maret 2013

Subhanallah, Gatot Puasa Sunah Kamis di Hari Pencoblosan



MEDAN - Gatot Pujo Nugroho, salah satu calon gubernur Sumatera Utara berpuasa hari ini (Kamis, 7/3) di hari H pencoblosan pilgub Sumatera Utara.

Gatot beserta istri, Sutias Handayani mencoblos di TPS 50 Kompleks Citra Seroja Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, sekitar pukul 08.00 WIB pada hari ini (7/3).

Siang harinya, saat quick count hasil pilgub sudah mulai dilakukan, pasangan 'Ganteng' Gatot Pujo Nugroho-Tengku Errry Nuradi unggul teratas dengan perolehan 33 %. Dengan perolehan diatas 30%+1 maka pasangan Ganteng ini berhasil menang Pilgub satu putaran.

Pemilukada Sumut kali ini diikuti oleh lima pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Pasangan nomor urut satu Gus Irawan Pasaribu-Soekirman, nomor urut dua Effendi Simbolon-Jumiran Abdi, nomor urut tiga Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, nomor urut empat Amri Tambunan-RE Nainggolan, dan nomor urut lima Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi.

Hasil Quick Count

LSI (TV One) Suara Masuk 90,29 %

1) Gus Irawan Pasaribu-Soekirman 19,85 %
2) Effendy Simbolon-Djumiran Abdi 25,90 %
3) Chairuman Harahap-Fadly Nurzal 8,70 %
4) Amri Tambunan-RE Nainggolan 12,41 %
5) Gatot Pujo Nugroho-Tengku Errry Nuradi 33, 15 %

Gatot: Kemenangan Ini Modal Sosial Sumut

Calon gubernur Sumatra utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho menyatakan bersyukur unggul sementara dalam hitung cepat Pemilukada Sumut. Dalam konferensi pers pasca hasil hitung cepat dua lembaga survei, Gatot mengatakan kemenangan ini merupakan modal berharga.

"Ini modal sosial, modal Sumut yang kondusif," ungkapnya di Media Center Gatot Pujo-Tengku Erry, Kamis (7/3).  Plt Gubernur Sumut ini tak luput mengucapkan terima kasih kepada seluruh kandidat dalam proses demokrasi rakyat Sumut. "Ini kemenangan Sumut bukan hanya kemenangan kami," ujarnya.

Calon yang diusung PKS, Hanura, PKNU, PPN dan Partai Patriot ini menyebut proses pembelajaran demokrasi di Sumut berlangsung kondusif. Gatot pun berjanji akan segera bekerja karena sudah mengenal ritme pemerintahan lima tahun terakhir. Bahkan ia pun berjanji mewujudkan Sumut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian barat. "Kita yakin dan optimis mewujudkan itu."

Sembari menunggu hasil resmi dari KPU Sumut, Gatot mengaku akan segera melakukan konsolidasi internal termasuk dengan kandidat lain. "Intinya konsolidasi, konsolidasi dan konsolidasi." [RMOL]

Anis Matta Sampaikan Penghargaan dan Terima Kasih kepada Seluruh Kader PKS Sumut



JAKARTA - Presiden PKS, Anis Matta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sungguh-sungguh berjuang memenangkan Pilgub Sumatera Utara (Sumut).

Selain itu Anis juga menyampaikan terima kasihnya kepada partai-partai pendukung yaitu Hanura dan PBR.

"Kami juga berterima kasih kepada warga Sumut yang telah berpartisipasi dalam pilgub secara aktif dan damai," ungkap Anis Mata kepada Tribunnews.com, Kamis (7/3/2013).

Berdasarkan sejumlah hasil hitung cepat Pilgub Sumut, hampir bisa dipastikan pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry yang diusung oleh PKS dan Hanura serta PBR memenangkan Pilgub Sumut.

Menurutnya, Kemenangan calon PKS ini mirip kondisi di pilgub Jawa Barat yang lalu. Pasangan GanTeng Nomor 5 dalam berbagai survey unggul tapi dibayangi ketat pasangan calon lain.

Dia tegaskan, unggulnya pasangan Gatot-Erry ini sekali lagi menunjukkan solidnya mesin politik PKS di tengah badai yang terjadi. Pula tidak berpengaruhnya badai tersebut terhadap persepsi dan pilihan publik.

"Lagi-lagi ini kemenangan di tengah badai," tegas dia.

*http://m.tribunnews.com/2013/03/07/presiden-pks-kemenangan-ganteng-di-tengah-badai-pks

- foto: Anis Matta saat kampanye akbar pilgub Sumut

Pengamat: Salut Buat Soliditas PKS!



Dua kemenangan berturut-turut PKS dalam pilgub Jawa Barat (propinsi terbesar di Jawa) dan pilgub Sumatera Utara (propinsi terbesar di Sumatera) membuat para pengamat mengacungkan jempol kepada PKS. Di tengah krisis dan gelombang badai yang luar biasa dihadapi PKS pasca ustadz Luthfi Hasan Ishaq ditetapkan tersangka KPK mampu diubah menjadi kekuatan dahsyat.

Pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya, via akun twitternya @yunartowijaya menulis:

Salut buat soliditas mesin politik PKS ditengah guncangan kasus eks-presidennnya.. :)#Sumut

Nukman Luthfie seorang Technopreneur dan Online Strategist via akun twitternya@nukman menulis:

Setelah menang di Jabar, PKS menang lagi di Sumut. Sepertinya PKS lolos dari krisis eks presidennya. Salut.

Menanggapi tulisan @nukman, seorang tweeps Muhammad Jaedi @mjaedi ikut menambahi...

crisis handling-nya cepat. Lokalisir isu juga bagus. Nggak banyak drama kaya PD.

PKS WOW! Setelah Jabar, Sumut juga Menang | Quick Count: 'Ganteng' Menang Satu Putaran 33%



MEDAN - Pilgub Sumatera Utara telah berlangsung hari ini, Kamis (7/3/2013). Dari hasil Quick Count oleh beberapa lembaga survei menempatkan pasangan 'Ganteng' Gatot Pujo Nugroho-Tengku Errry Nuradi unggul teratas dengan perolehan 33 %. Dengan perolehan diatas 30%+1 maka pasangan Ganteng ini berhasil menang Pilgub satu putaran.

Berikut perolehan hasil quick count :

LSI (TV One) Suara Masuk 90,29 % 

1) Gus Irawan Pasaribu-Soekirman 19,85 %

2) Effendy Simbolon-Djumiran Abdi 25,90 %

3) Chairuman Harahap-Fadly Nurzal 8,70 %

4) Amri Tambunan-RE Nainggolan 12,41 %

5) Gatot Pujo Nugroho-Tengku Errry Nuradi 33, 15 %

Akademisi Jogja undang Nur Mahmudi 'Gerakan Mencintai Makanan Tradisional'


YOGYAKARTA - Gerakan mencintai makanan lokal (tradisional), harus terus digalakkan. Sebab, menurut Walikota Depok Dr Ir H Nur Mahmudi Ismail MSi, makanan tradisional seperti jagung, ubi jalar, singkong, mbili, kimpul, ganyong, dan sejenisnya memiliki gizi tinggi.

Disamping memiliki gizi tinggi, juga alami karena tidak mengandung zat kimia. Sementara makanan sekarang justru berbahaya bagi kesehatan manusia, karena banyak mengandung zat kimia dan campuran bahan-bahan berbahaya.

Nur Mahmudi, mengatakan itu pada acara puncak Dies Natalis ke 40 di Kampus Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS)-AKK Yogyakarta, Jalan Nitikan, Yogyakarta, Rabu (6/3). ”Untuk itu, perlu ada gerakan mencintai makanan tradisional,” katanya.

Selama ini, lanjut Nur Mahmudi yang juga dikenal sebagai pelopor kebijakan One Day no Rice di Kota Depok, telah terjadi proses de marginalisasi potensi. Padahal, potrensi makanan tradisional yang dimiliki bangsa ini cukup kaya dan bergizi tinggi.

Tapi anehnya, justru ditinggalkan masyarakat yang sok modern. ”Sekarang ini banyak masyarakat kita yang sok modern, tapi keblinger,” katanya. Sehingga sudah tidak mau kenal lagi dengan makanan tradisiponal, seperti jagung, telo, sagu dan sebagainya.

Padahal makanan tradisional ini, kaya akan gizi. Sebaliknya yang mereka makan sekarang ini, pizza sampai-sampai sarapan pagi aja pakai roti dan makanan kalengan yang nota bone banyak mengandung bahan-bahan berbahaya. ( Sugiarto / CN34 / JBSM / SMCN )

Sumber: dakwatuna.com

Warga Butuh Ambulans? Bang Adun PKS Siap Dipanggil 24 Jam Nonstop



Wajah Akhmadi yang biasa akrab disapa Bang Adun, nampak terlihat lelah ketika memasuki kantor DPD PKS Kota Tanjungpinang, Senin (18/02). Walaupun demikian, senyum khas pria yang sudah menikah beberapa tahun silam ini selalu mengembang saat berjumpa dengan setiap orang, seperti halnya ciri khas kader PKS yang lainnya, selalu tersenyum saat bertemu dengan orang lain, kapanpun dan dimanapun.

Adun (36), adalah salah satu kader Pemula Partai keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tanjungpinang yang sehari – harinya menjadi supir dari ambulans PKS sembari berdagang jualan es bubur sum-sum. Pria yang sudah menjadi kader PKS sejak sekitar 4 tahun yang lalu ini mengisahkan seputar Ambulans PKS Kota Tanjungpinang yang selalu siap siaga kapanpun untuk melayani warga yang membutuhkan.

Jauh sebelum mobil ambulance ini ada PKS juga sudah melayani masyarakat dengan meminjam mobil para kadernya untuk mengantar masyarakat ke rumah sakit. Jadi ini bukan karena momentum Pemilu 2014.  Ternyata Bang Adung sang supir ambulance PKS mengisahkan diawal-awal keberadaan mobil ini hadir banyak yang segan menggunakannya tapi sekarang malah ada yang jadi pelanggan tetap mobil ambulance PKS ini.

"Dulu diawal-awal saya bawa mobil ini masyarakat banyak yang segan dan enggan menggunakan mobil ambulans ini, padahal mobil ini kan milik masyarakat karena PKS itu sebenarnya punya masyarakat. Pernah seorang tetangga saya bercerita suatu malam dia ingin minta tolong kepada saya untuk membawa istrinya ke rumah sakit, namun karena mungkin waktu itu sudah pukul 22.00 WIB jadi dia segan menggedor pintu rumah saya, setelah itu saya bilang kepada dia kalau memang butuh pertolongan lain kali digedor saja saya siap 24 jam nonstop kalau saya sehat," kata Bang Adun.

Seperti diketahui, PKS Kota Tanjungpinang adalah salah satu DPD PKS di Kepulauan Riau yang memiliki fasilitas ambulans untuk pelayanan warga. Dan selama kurang lebih setahun terakhir, Ambulans PKS Tanjungpinang melayani paling tidak sepuluh orang setiap bulannya.

“Biasanya yang paling sering adalah melayani warga yang kena musibah kematian, yaitu untuk mengantarkan jenazah ke Pemakaman Umum. Tetapi kadang ada juga kami pernah mengantarkan orang sakit ke rumah sakit,” terang Adun, Kepada Tanjungpinang PKS, Senin (18/02) di Tanjungpinang.

Adun pun mengungkapkan untuk mendapatkan pelayanan mobil ini cukup menghubungi nomer handphone 082389142772 dan ambulance PKS Tanjungpinang pun siap melayani masyarakat pulau Bintan dan sekitarnya nonstop 24 jam.

Luar biasa PKS memang, pengabdian dan pelayanan bukan sekedar motto tapi sudah menjadi kerja nyata. 

*kiriman Humas PKS Tanjungpinang

Aa Gym: Ikut Kompetisi Apapun Harus Siap Menang dan kalah



Abdullah Gymnastiar, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Aa Gym mengingatkan kepada siapapun agar siapa yang terjun dalam suatu kompetisi apapun harus memiliki kebesaran jiwa tidak hanya siap untuk menang tapi juga harus siap untuk kalah.

Aa Gym lewat akun twitternya, @aagym, yang sampai saat ini memiliki 586.889 Followers, Rabu malam (6/3/13) memberi wejangan...
Ikut kompetisi apapun harus siap menang & siap kalah, yg tak siap kalah sering bersikap tak elok & menyusahkan banyak orang.

Menang kalah adalah hal yg biasa, yg istimewa adalah yg tetap rendah hati dalam kemenangan. berbesar hati dalam kekalahan.

WOW #GantengSatuPutaran Jadi Trending Topic Teratas di Indonesia



Dukungan terhadap pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumatera Utara Gatot-Tengku Erry mengalir deras dari dunia maya.

Di situs micro bloging twitter mulai Rabu malam (6/3) tagar #GantengSatuPutaranberhasil menembus daftar trending topic Indonesia, bertahan berjam-jam dan pagi ini habis shubuh sekitar pukul 5 pagi (Kamis, 7/3) bertepatan dengan hari H pemilihan gubernur (pilgub) tagar #GantengSatuPutaran berhasil kokoh di puncak teratas trending topic Indonesia.

Fenomena ini mirip dengan saat pilgub Jawa Barat, dimana dukungan dari social media begitu deras untuk pasangan yang diusung PKS Aher-Demiz dan ternyata menjadi nyata kemenangan itu bukan saja di dunia maya tapi juga di dunia nyata.

Apakah kesuksesan PKS di Jabar akan terulang di Sumatera Utara?

Ikhtiar sudah luar biasa, doa-doa munajat bukan saja dari kader Sumut tapi dari seluruh kader simpatisan PKS dimana saja. Ini hakikatnya adalah sebuah kemenangan hakiki, berjuang dan berkorban hanya mengharap ridho Allah SWT.

Persoalan Kemenangan Pilgub? itu sudah final di sisiNYA, sudah tercatat dalam taqdirNYA siapa yang akan menjadi gubernur wakil gubernur Sumatera Utara 2013-2018. Itu wilayah prerogatif Tuhan. Tugas kita yang diperintahNYA adalah beramal dengan maksimal. Hasil? yakinlah APAPUN hasilnya, itu yang terbaik buat kita. Faidza 'azamta fatawakkal alallah...

*by admin @pkspiyungan

-gambar: dari twitter @pkslamtim

Selasa, 05 Maret 2013

Allah Mengirim Ikan Pari ke Gaza | Peristiwa Langka Menggegerkan Dunia



Puluhan Ikan Pari Terdampar, Berkah bagi Warga Gaza Palestina

Puluhan ikan pari jenis Mobula secara misterius terdampar di pantai Gaza, Palestina, pada Rabu waktu setempat. Peristiwa ini menjadi berkah tersendiri bagi warga Gaza yang merana akibat blokade negara zionis Israel.
Dalam video yang bisa dilihat di Youtube, dilansir Daily Mail, seorang nelayan bernama Eyad Almadoun mengaku terkejut melihat pemandangan tersebut. Dia mengatakan, ikan pari ini terakhir terlihat di pantai Gaza enam tahun lalu.
Dia mengatakan, biasanya warga Gaza mendapatkan ikan ini dari Mesir yang dikirimkan melalui terowongan bawah tanah. Selain menyulitkan, harganya juga sangat mahal.
Dia mengatakan, ini bukan kali pertama ikan terdampar di pantai tersebut. Sehari sebelumnya, ujarnya, 220 ekor ikan terdampar di pantai, dan dia yakin besok ikan yang terdampar akan lebih banyak lagi.
“Hari ini Tuhan menyediakannya untuk kami,” kata dia.
Ikan pari Mobula ini memiliki perawakan sama dengan ikan pari manta. Mobula bisa mencapai panjang hingga lima meter dan berat lebih dari 76 kilogram. Per kilonya, ikan jenis ini dijual di Gaza seharga enam atau tujuh shekel atau sekitar Rp14 ribu.
Ramai-ramai warga Gaza memotongi ikan-ikan tersebut dan mengangkutnya menggunakan gerobak. “Kini baik orang kaya dan miskin bisa memasak ikan ini dan memakannya dengan nasi atau tomat,” kata Almadoun.
Ahli ikan pari terkemuka dunia dari Kampus Santa Rosa di California, Amerika Serikat, Bob Rubin, juga mengaku heran dengan fenomena ini. Dia mengatakan, ikan jenis ini biasanya berenang dalam gerombolan besar dalam jumlah ribuan.
“Peristiwa ini sangat aneh dan saya tidak pernah menemukannya. Saya telah bekerja di Teluk California bertahun-tahun dimana banyak sekali terdapat sekumpulan mobula, tapi saya tidak pernah melihat terdampar massal seperti ini,” kata dia.
Terdapat luka di bagian sirip ikan-ikan pari yang terdampar di Gaza. Bob tidak bisa memastikan penyebab luka tersebut, apakah terkena perahu atau batu karang. “Saya perlu melihatnya langsung,” kata dia.
Wilayah Gaza diblokade Israel setelah Hamas menguasai wilayah itu pada tahun 2007. Akibat blokade tersebut, bahan makanan, pakaian dan bahan bangunan tidak bisa masuk ke Gaza. Warga Gaza hidup serba kekurangan, hanya mengandalkan bantuan dari lembaga kemanusiaan dan barang-barang yang diselundupkan dari terowongan menuju Mesir.

*http://www.facebook.com/photo.php?fbid=144251885741408&set=a.105120099654587.12456.105046976328566&type=1&theater

Subhanallah! Kerja Kader Akhwat: 2 Jam, 1028 Anggota Baru dan 6 Non Muslim Bergabung PKS

Berita menggembirakan kembali datang Negeri Junjungan. Ya, lagi-lagi tanah Bengkalis mengabarkan tentang sebuah "perahu" dakwah yang semakin hari semakin dicintai. Tak lain, "perahu" itu bernama Partai Keadilan Sejahtera. Dimana pada gelaran RTD yang dikhususkan untuk akhwat dan Ibu-Ibu dari Pos WK di wilayah Kabupaten Bengkalis Ahad lalu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Ibu-ibu Pos WK yang kala itu turun di garda terdepan untuk mengabarkan tentang Partai Dakwah ini dari rumah ke rumah, lapau demi lapau, hingga Kedai-kedai "Babah" milik etnis Tionghoa tak luput mereka sambangi. Hanya dalam tempo dua jam tercatat 1028 masyarakat di Kecamatan Mandau dan 6 orang non muslim dari warga keturunan menyatakan kesediaannya untuk turut serta menjadi Anggota Partai Keadilan Sejahtera.
Disampaikan Panitia Training Regu Tangguh Dakwah (RTD) Ustadz Tri Gunawan, hingga saat ini (04/03/2013) telah tergabung 10.000 anggota baru PKS di Kabupaten Bengkalis termasuk wilayah kepulauan. Selanjutnya dalam data kami telusuri dari Tim Kesekretariatan DPD PKS Bengkalis, jumlah tersebut diraih hanya dalam kurun waktu 3 bulan saja. Luar Biasa!
Menyikapi besarnya kecintaan masyarakat kepada PKS khususnya di wilayah Kabupaten Bengkalis, Ustadz Tri Gunawan mengatakan, bahwa ini merupakan anugerah dari Allah swt serta buah dari usaha yang telah dilakukan segenap elemen yang tergabung dalam barisan dakwah ini.
Hal ini senada dengan penyampaian Ustadz Nibukat Zaradan, Sekretaris Umum DPD PKS Bengkalis dalam acara sebelumnya. Beliau menambahkan, bahwa kepercayaan masyarakat ini merupakan suatu hal yang harus dibayar dengan kesungguhan segenap kader PKS dalam beramal dan memberikan kontribusi positif dalam rangka pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Bengkalis khususnya.
"Malu lah kita andai kader PKS ini lemah Imannya. Sedikit ibadah serta amalnya. Adapun jumlah ini semoga tidak membuat kita terbuai dan lantas berhenti bekerja. Tak lain, ini karunia dari Allah swt. Mari tingkatkan ketaqwaan, rasa syukur, dan amal, amal, amal, serta amal...," demikian Ustadz Nibukat yang dikenal santun ini menyampaikan.[]  

*kiriman @ewahyudie

*foto:  persiapan akhwat dan Ibu-Ibu Pos WK Kabupaten Bengkalis sebelum terjun ke masyarakat

Popular Posts

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons